Senin
Hari itu karena ayah sedang tugas dinas diluar kota, aku berangkat tanpa diantar ayah, hari senin dan aku bangun agak sedikit terlambat, setiba di pintu masuk depan gerbang dari kejauhan pak satpam sudah mau menutup pintu gerbang, refleks aku berlari agar tidak terlambat, dengan langkah kecil secepat mungkin aku berlari agar tidak ditutupkan pagar oleh si pak satpam, hampir saja aku terlambat, pas masuk sekolah petugas upacara sudah mau memulai jalannya upacara bendera. Hari itu aku sangat beruntung, tiba-tiba aku mendengar pak satpam berselisih dengan salah satu siswa, dalam hati ahh mungkin cuma siswa yang terlambat, akan tetapi rasa penasaran seolah menghampiriku, seketika aku membalikkan badan dan melihat anak lelaki yang berselisih dengan pak satpam, oh iya aku ingat anak ini, siswa bandel dari kelas 12 IPA 2, Namanya Dias iya satu angkatanku tapi sangat jarang aku lihat disekolah, baru kali ini aku melihatnya lagi di sekolah itupun pas dia terlambat upacara, setelah kepala sekolah selesai memberikan sepatah dua patah kata saat upacara biasanya siswa yang terlambat upacara naik kedepan, dari kejauhan dan dengan tatapan sinis aku melihatnya, dalam hati anak ini sudah terlambat, membentak pak satpam dan seakan tidak mau mengakui kesalahannya, siswa-siswa yang dihikum karena terlambat dan diberikan hukuman oleh kepala sekolah dengan hormat didepan tiang bendera sampai jam istirahat selesai.
Upacara selesai, lonceng berbunyi pertanda siswa masuk kedalam kelas untuk menerima pelajaran, hari itu didalam kelas jam pertama yang kupelajari adalah matematika mata pelajaran yang sangat tidak kusukai heheh, dari bangku belakang tiba-tiba Rina menepuk pundakku dan berkata eh Niss liat gak tadi anak cowok yang terlambat tadi pagi pass upacara, aku jawab iya, kenapa Rinn ?
Kamu suka yah sama Dias anak cowok yang tadi dihukum karena terlambat datang pas upacara, gak kok dalam hati terkejut dan tidak menyangka Rina bilang begitu ke aku. kenapa kamu bisa bilang begitu Rin ? jawabku, iyalah aku bilang begini bukan tanpa sebab, soalnya pas waktu upacara tadi kamu merhatiin Dias terus, seperti terhipnotis gitu.
ahh masa sih ? jawabku dalam hati.
Bersambung~
Kamu suka yah sama Dias anak cowok yang tadi dihukum karena terlambat datang pas upacara, gak kok dalam hati terkejut dan tidak menyangka Rina bilang begitu ke aku. kenapa kamu bisa bilang begitu Rin ? jawabku, iyalah aku bilang begini bukan tanpa sebab, soalnya pas waktu upacara tadi kamu merhatiin Dias terus, seperti terhipnotis gitu.
ahh masa sih ? jawabku dalam hati.
Bersambung~
Komentar
Posting Komentar